Jumat, 16 September 2016

Banyak Hal Untuk Menjadi Blogger Sukses

Menjadi seorang blogger sukses memang tidak mudah, hal ini yang telah dialami oleh beberapa orang yang baru mengenal dunia blog. Kalau hanya untuk sekedar menjadi Blogger saja mungkin semua orang bisa.

Namun bila diselami lebih dalam, menjadi Blogger tidak hanya berkutat pada tulisan blog dan promosi blog saja. Banyak hal yang harus dikuasai tentang "daleman" blog seperti meningkatkan kualitas blog, meningkatkan kesehatan blog, dan tentunya menjalin komunikasi sesama blogger.

Memiliki motivasi merupakan modal utama aktivitas blogging. Dengan memiliki motivasi tinggi, seorang blogger pasti memiliki ketahanan mental saat blognya mengalami kendala teknis.

Masalah terbesar bagi blogger pemula adalah minimnya pengunjung blog. Berdasarkan pengamatan saya sebagai blogger pemula, melakukan promosi blog di media sosial hanya sesaat mendatangkan sejumlah pengunjung, namun keesokan harinya traffik kembali "terjun bebas". Entah karena isi konten saya terkesan kaku atau memang artikel saya biasa-biasa saja. 

Selain motivasi, sikap disiplin dan inovasi-inovasi baru di dunia blogging juga sangat diperlukan. Ambil contoh dari blog uchebecks ini.

Beberapa bulan lalu banyak dari artikel-artikel saya yang tidak berada di halaman utama mesin pencarian. Tapi kini sebaliknya, hampir sebagian besar artikel yang saya buat berada di pageone, bahkan ada yang nangkring di posisi atas.

Ini semata-mata karena inovasi-inovasi baru yang saya buat. Dengan demikian, menjadi seorang blogger sukses memiliki tingkat kesulitan tersendiri, bukan hanya update postingan dan membagikannya ke media sosial.

Masalah copy-paste juga menjadi kendala bagi sebagian blogger. Kita sudah berusaha menampilkan konten-konten yang berkualitas dan fresh, disisi lain banyak pesaing kita yang melakukan copy-paste artikel, dan tentu saja akan menurunkan kualitas artikel kita di search engine.

Dengan banyaknya artikel yang mirip atau serupa, tentu saja berdampak pada turunnya jumlah kunjungan dan pageview blog secara keseluruhan.

Satu hal yang bisa kita jadikan pelajaran


Saat kamu sudah yakin ingin menjadi seorang blogger, saat itulah kedisiplinan harus dipertanyakan kepada diri sendiri. 

Ada yang bilang semakin lama kita tekuni dunia blog, maka akan menghasilkan uang dari internet. Menurut saya itu salah besar. Dari banyaknya artikel yang saya baca, mereka tidak mendapat uang yang melimpah.

Memang kita harus disiplin dalan segala hal, termasuk di dunia blog. Tidak hanya itu, kita juga harus banyak membaca dan belajar dari blogger lainnya jika ingin sukses menjadi blogger.

Sumber : Uchebecks.com
Read More

Minggu, 04 September 2016

Judul Blog Menentukan Traffik Pengunjung

Sudah hampir 5 tahun saya ngeblog, tapi masih sering kesulitan bikin judul yang pas bila konten sudah selesai.

Buat saya, bikin konten di blog tidaklah sulit. Biasanya tulisan akan bisa diselesaikan kurang dari 20 menit.

Entah kenapa, sejak memulai ngeblog saya masih sering terganjal dengan judul yang pas dan nendang yang bisa mendatangkan rasa penasaran bagi pembaca.

Setelah semua tulisan selesai, biasanya saya membutuhkan waktu yang panjang untuk menentukan judul yang bisa menarik si pembaca.


Merevisi judul blog

Suatu hari saya membuat postingan dengan judul Kamu Termasuk Tipe Pengunjung yang mana? yang menurut saya cukup nendang dan alhasil, banyak viewer yang mampir dan memberi komentar-komentar positif.

Beberapa hari kemudian, tulisan yang sama saya kirim ke situs komunitas terbesar, Kaskus, tapi judulnya sedikit diubah menjadi tipe-tipe pengunjung blog yang sering ditemui. Ternyata, dengan durasi waktu yang sama, jumlah visitor jauh lebih tinggi daripada yang pertama.

Kreatif dalam memilih judul memang bukanlah hal yang mudah. Berbeda dengan ketika kita membuat tulisan berupa tips dan trik tentunya judul tidak terlalu bermasalah.

BACA JUGA : Berbagi informasi seputar internet

Bikin judul yang "ngeboom"

Beberapa media news sering kali membuat judul yang terkesan provokatif. Karena sifatnya yang terkesan provokatif, link tersebut dengan mudahnya tersebar ke media sosial yang padahal jika kita membacanya berbeda dengan isi berita tersebut.

Kasus ini sering terjadi karena orang Indonesia lebih suka men-share link yang terkesan provokatif tanpa terlebih dahulu membacanya.

Sampai sekarang, saya masih terus belajar peka untuk mencari judul yang tepat, yang bisa mendatangkan rasa penasaran. Saya tahu hal ini tidaklah mudah, tapi saya juga tidak mau menjebak pengunjung blog dengan membuat judul yang tidak sinkron dengan isi konten.
Read More